![]() |
| Bupati Koltim bersama BNNP Sultra Sosialiasasi Narkba |
KENDARI - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara (SULTRA) bekerja sama Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kolaka Timur (Koltim) bersama jajaran pemerintah daerah, hari ini menggelar sosialisasi Narkoba di Kabupaten Koltim tepatnya di Kantor Kecamatan Ladongi.
Kepala BNNP Sultra Kombes Pol Fauzan Djamal, dalam sambutanya itu menyampaikan, bahwasanya penyuluhan ini merupakan kegiatan rutin tahunan BNNP Sultra. Dan kali ini, digelar di Ladongi, pasalnya wilayah yang memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi di Koltim ini, ditengarai telah marak terjadi transaksi narkoba.
“Penyebaran narkoba, kini membidik tempat-tempat yang terbilang jauh dari pusat kota dan menjadikan remaja sebagai sasaran yang paling empuk. Data menujukkan, 30-50 orang meninggal setiap hari karena narkoba,” kata Fauzan Djamal Jumat, (29/04).
Sementara itu Bupati Koltim, Tony Herbiansyah menegaskan kepada seluruh lapisan masyarakat Koltim, untuk tidak main-main apalagi mencoba menggunakan narkoba.
Penegasan ini, disampaikan Bupati saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara penyuluhan bahaya narkoba. Kata dia, dampak Narkoba dapat merusak seluruh generasi yang ada dan tak pandang bulu. Dan jika sudah mencoba bahkan kecanduan, maka akan sulit untuk disembuhkan.
"Jika sudah terjadi demikian, maka akan hancurlah bangsa ini mengingat generasi penerus yang ada sudah terjerumus," disayangkanya.
Lebih lanjut Tony menyampaikan, khusus di Koltim sendiri, sudah mulai beredar marak peredaran narkoba. Seperti di lokasi penyuluhan ini (Koltim, red) yang dianggapnya sangat strategis bagi pengedar dan pemakai Narkoba.
“Ladongi ini bukan lagi tempat pemakai, tetapi tempatnya para pengedar. Itu yang harus kita waspadai dan berantas. Makanya kalau lihat tangkap saja dan bawa di kepolisian,” tegasnya
Menurutnya, peredaran narkoba bukan hanya merambah dikalangan perkotaan. Tapi, juga sudah mulai masuk diwilayah pedesaan.
“Daerah kita ini, sangat rawan untuk dimasuki pengedar narkoba, makanya kita semua harus mawas diri untuk memberantasnya,” ucap bupati.
Dalam kegiatan ini, antusiasme masyarakat cukup tinggi yang ditandai dengan membludaknya peserta yang hadir di area penyuluhan, sehingga beberapa peserta harus berdesak-desakan untuk dapat mengikuti penyuluhan tentang barang haram tersebut. (yan)
Kepala BNNP Sultra Kombes Pol Fauzan Djamal, dalam sambutanya itu menyampaikan, bahwasanya penyuluhan ini merupakan kegiatan rutin tahunan BNNP Sultra. Dan kali ini, digelar di Ladongi, pasalnya wilayah yang memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi di Koltim ini, ditengarai telah marak terjadi transaksi narkoba.
“Penyebaran narkoba, kini membidik tempat-tempat yang terbilang jauh dari pusat kota dan menjadikan remaja sebagai sasaran yang paling empuk. Data menujukkan, 30-50 orang meninggal setiap hari karena narkoba,” kata Fauzan Djamal Jumat, (29/04).
Sementara itu Bupati Koltim, Tony Herbiansyah menegaskan kepada seluruh lapisan masyarakat Koltim, untuk tidak main-main apalagi mencoba menggunakan narkoba.
Penegasan ini, disampaikan Bupati saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara penyuluhan bahaya narkoba. Kata dia, dampak Narkoba dapat merusak seluruh generasi yang ada dan tak pandang bulu. Dan jika sudah mencoba bahkan kecanduan, maka akan sulit untuk disembuhkan.
"Jika sudah terjadi demikian, maka akan hancurlah bangsa ini mengingat generasi penerus yang ada sudah terjerumus," disayangkanya.
Lebih lanjut Tony menyampaikan, khusus di Koltim sendiri, sudah mulai beredar marak peredaran narkoba. Seperti di lokasi penyuluhan ini (Koltim, red) yang dianggapnya sangat strategis bagi pengedar dan pemakai Narkoba.
“Ladongi ini bukan lagi tempat pemakai, tetapi tempatnya para pengedar. Itu yang harus kita waspadai dan berantas. Makanya kalau lihat tangkap saja dan bawa di kepolisian,” tegasnya
Menurutnya, peredaran narkoba bukan hanya merambah dikalangan perkotaan. Tapi, juga sudah mulai masuk diwilayah pedesaan.
“Daerah kita ini, sangat rawan untuk dimasuki pengedar narkoba, makanya kita semua harus mawas diri untuk memberantasnya,” ucap bupati.
Dalam kegiatan ini, antusiasme masyarakat cukup tinggi yang ditandai dengan membludaknya peserta yang hadir di area penyuluhan, sehingga beberapa peserta harus berdesak-desakan untuk dapat mengikuti penyuluhan tentang barang haram tersebut. (yan)
Berita - Narkoba
![]() |
| Salah Satu tsk yang Diamankan Tim Resmob Polda Sultra |
KENDARI - Tiga pelaku pencurian kendaraan sepeda motor (Curanmor) yang kerap beraksi di wilayah kota Kendari, berinisial RA (24), SU (30) dan JA (21), berhasil diamankan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditrerskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), pada kamis (28/4) sekitar pukul 23.30 wita. Saat ditangkap, dua tersangka diantaranya RA dan SU, tengah menunggu calon pembeli didekat kompleks pasar Ranomeeto.
Penangkapan itu bermula dari adanya laporan warga yang merasa kehilangan sepeda moto. Menindak lanjuti hal tersebut, tim kepolisian kemudian bergerak cepat dan melakukan penangkapan.
"Rencananya motor itu akan dijual kepada seorang penadah yang berinisial SA , warga kecamatan Konda, Konsel. Dua unit sepeda motor, merek yamaha Vixion dan Yamaha mio sudah kami amankan sebagai barang bukti yang selanjutnya kami masih akan melakukan pengembangan," ujar Direktur Ditreskrimum Polda Sultra, Kombes Pol Agus Sadono, Jumat (29/4).
Tidak berhenti sampai disitu, setelah menangkap kedua tersangka, pada hari yang sama tim kepolisian kemudian melakukan pengembangan. Sekitar pukul 23.30 wita, tersangka JA ditangkap saat hendak menjenguk rekannya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari.
"JA sebelumnya pernah bekerja sama dengan RA dalam melakukan aksi curanmor, namun karena mereka sudah tidak pernah bertemu lagi, jadi JA beroperasi seorang diri. Sehingga kepada para tersangka, pasal yang disangkakan, pasal 363 ayat 1 ke 5, tentang pencurian kendaraan dan pemberatan dengan ancaman pidanan 7 tahun penjara,'pungkasnya
Sementara itu, RA mengaku sehari-harinya berprofesi sebagai penjual bakso keliling. Beralih profesi dari penjual bakso sebagai pencuri motor, dengan alasan terdesak karena karena harus membayar angsuran sepeda motor di salah satu pembiayaan.
"Kalau saya hanya mengambil motor saja, sedangkan yang jual SU, karena kebetulan dia punya kenalan yang katanya penadah tapi lewat perantara, alamtnya itu di kecamatan Konda, Kabupaten Konsel. Saya terpaksa mencuri motor karena sudah tidak ada jalan lain untuk pakai bayar angsuran BPKB motor yang saya gadai dipembiayaan."tuturnya. (yan)
Penangkapan itu bermula dari adanya laporan warga yang merasa kehilangan sepeda moto. Menindak lanjuti hal tersebut, tim kepolisian kemudian bergerak cepat dan melakukan penangkapan.
"Rencananya motor itu akan dijual kepada seorang penadah yang berinisial SA , warga kecamatan Konda, Konsel. Dua unit sepeda motor, merek yamaha Vixion dan Yamaha mio sudah kami amankan sebagai barang bukti yang selanjutnya kami masih akan melakukan pengembangan," ujar Direktur Ditreskrimum Polda Sultra, Kombes Pol Agus Sadono, Jumat (29/4).
Tidak berhenti sampai disitu, setelah menangkap kedua tersangka, pada hari yang sama tim kepolisian kemudian melakukan pengembangan. Sekitar pukul 23.30 wita, tersangka JA ditangkap saat hendak menjenguk rekannya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari.
"JA sebelumnya pernah bekerja sama dengan RA dalam melakukan aksi curanmor, namun karena mereka sudah tidak pernah bertemu lagi, jadi JA beroperasi seorang diri. Sehingga kepada para tersangka, pasal yang disangkakan, pasal 363 ayat 1 ke 5, tentang pencurian kendaraan dan pemberatan dengan ancaman pidanan 7 tahun penjara,'pungkasnya
Sementara itu, RA mengaku sehari-harinya berprofesi sebagai penjual bakso keliling. Beralih profesi dari penjual bakso sebagai pencuri motor, dengan alasan terdesak karena karena harus membayar angsuran sepeda motor di salah satu pembiayaan.
"Kalau saya hanya mengambil motor saja, sedangkan yang jual SU, karena kebetulan dia punya kenalan yang katanya penadah tapi lewat perantara, alamtnya itu di kecamatan Konda, Kabupaten Konsel. Saya terpaksa mencuri motor karena sudah tidak ada jalan lain untuk pakai bayar angsuran BPKB motor yang saya gadai dipembiayaan."tuturnya. (yan)
Berita - Curanmor
![]() |
| Ilustrasi |
KENDARI - Erik Angga Deni (28) tahun, residivis pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) hanya bisa meringis kesakitan di ruang penyidik Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (29/4). Erik yang sudah menjadi incaran Polisi sejak lama, mencoba melawan saat akan ditangkap. Akibatnya, Polisi menghadiahi dirinya dengan tiga timah panas yang masing-masing bersarang di dikantong kemih dan kakinya.
Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Kendari, AKP Sendi Antoni SIK mengatakan, tersangka yang juga merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) pihaknya, berhasil di amankan di lorong Tipulu, Kota Kendari, pada Jumat (29/4) sekitar pukul 03.20 wita dini hari.
"Jadi tersangka ini merupakan rekan dari tersangka Ahmad Saleh yang saat ini sudah mendekam di Rutan kelas II A Kendari, sekitar dua atau tiga bulan yang lalu kita keduanya kita amankan" tuturnya.
Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Kendari, AKP Sendi Antoni SIK mengatakan, tersangka yang juga merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) pihaknya, berhasil di amankan di lorong Tipulu, Kota Kendari, pada Jumat (29/4) sekitar pukul 03.20 wita dini hari.
"Jadi tersangka ini merupakan rekan dari tersangka Ahmad Saleh yang saat ini sudah mendekam di Rutan kelas II A Kendari, sekitar dua atau tiga bulan yang lalu kita keduanya kita amankan" tuturnya.
Namun saat akan ditangkap, lanjut dia, Erik berhasil melarikan diri dan sempat berebut senjata dengan anggota Polres Kendari, yang mengakibatkan salah satu anggota polisi mengalami patah jari.
"Kita juga berhasil amankan satu orang penadah berinisial AD (32) dan barang bukti satu unit sepeda motor jenis matic. Untuk selanjutnya, saat ini keduanya masih kita lakukan pengembangan" ujarnya.
Sementara itu, Erik Angga Deni yang ditemui awak media mengungkapkan, sejak bebas dari kurungan bui pada Oktober 2015 lalu. Dirinya kembali menggeluti pekerjaan haramnya itu di sepuluh Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang berbeda.
"Sudah sepuluh kali pak, yang kita ambil 2 motor Ninja RR, 3 motor V- Xion, 1 motor Satria FU 150 cc, 1 motor Juputer MX 135 cc dengan 2 motor matic. Kalau Swalayan sudah empat kali mi, itu kita pura-pura pesan barang yang tempatnya jauh dari kasir, begitu yang jaga pergi kita ambil mi uang ada di situ" ungkapnya.
Meski telah merasakan dinginnya bui sebanyak tiga kali, rupanya tidak membuat jerah pria berkulit sawo matang ini. Tercatat, Erik pernah melakukan tiga kejahatan pencurian yang berbeda, mulai dari menyatroni rumah warga, mencuri berangkas hingga curanmor.
Kini Erik kembali harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di meja hukum bersama AD. Keduanya di jerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara dan pasal 480 dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (yan)
Berita - Curanmor
![]() |
| Kapolda Sultra, Brigjen Pol Agung Sabar Santoso |
KENDARI - Ratusan siswa/ siswi Sekolah Dasar (SD) dari sepuluh Kabupaten/ Kota se-Sulawesi Tenggara (Sultra), mengikuti lomba Polisi cilik yang diselenggarakan oleh Direktorat Lalulintas (Dit Lantas) Polda Sultra.
Dengan menggunakan seragam ala polisi lalulintas, para peserta yang terdiri dari masing-masing perwakilan Polres di Kabupaten/ Kota se Sultra, begitu bersemangat memperagakan tata tertib berlalulintas, Kamis (28/04).
Kapolda Sultra, Brigjen Pol Agung Sabar Santoso, mengatakan sangat mengapresiasi atas terselenggaranya lomba polisi cilik yang bertujuan menanamkan disiplinberlalu lintas sejak usia dini.
"Saya mengucapkan terima kasih buat Polisi Lalulintas dan kepada seluruh masyarakat yang terlibat dalam lomba polisi cilik ini, ini merupakan salah satu cara bagaimana kita mendidik generasi muda kita. Agar disiplin untuk mematuhi segala aturan lalulintas. Ini adalah program yang akan terus berkelanjutan, mudah-mudahan bisa di ikuti oleh seluruh kabupaten" tuturnya.
Sementara itu Dir Lantas Polda Sultra, Kombes Pol Rudi Antariksawan menjelaskan, kegiatan ini merupakan kerjasama antara Dit Lantas Polda Sultra dengan Sekolah, Dinas Pendidikan (Diknas) serta Pemerintah Daerah (Pemda) dan instansi terkait untuk lebih awal dan lebih dini menanamkan budaya tertib lalu lintas sejak usia dini.
"Kalau sejak usia dini sudah di perkenalkan dengan tertib lalu lintas, Insya Allah nanti remaja, dewasa dia bisa menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Bukan sekedar lomba, tapi ini juga bertujuan untuk membentuk karakter sebagai anak anak bangsa, sebagai yang jujur, anti narkoba dan cinta tanah air" ungkapnya.
Selain itu, pihaknya tengah merancang sejumlah program lain yang akan kembali di helat. Hal itu bertujuan, guna masalah lalulintas seperti kemacetan, kesembrautan, kecelakaan bisa di minimalisir.
"Tentunya kita tidak bisa sendiri dalam kegiatan ini, kita bekerja sama dengan semua pihak, pemangku kepentingan. Bagaimana caranya supaya anak anak kita, masyarakat kita lebih peduli terhadap aturan lalu lintas. ini memang awal, kita mulai 10 dulu tiap polres. tiga bulan untuk melatih, nanti akan ada lagi tingkat SMP dan tingkat lainnya." ujarnya.
Berita - Polisi Kita
![]() |
| Jajaran Narkoba Saat Razia Di Sebuah Hotel |
KENDARI - Operasi Berantas Sindikat Narkoba (Bersinar) yang digelar Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) dan jajaran sejak 21 Maret hingga 19 Maret 2016, berhasil mengungkap 35 kasus narkoba. Dalam operasi tersebut jajaranya mengamankan 44 tersangka dengan barang bukti mencapai 86,67 gram shabu dan uang senilai Rp 12.944 ribu.
Direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda Sultra, AKBP Sumarto mengatakan, hasil rekapan tersebut merupakan hasil operasi bersinar dari seluruh kantor kepolisian wilayah hukum Polda Sultra. Rencananya, tersangka bersama barang bukti akan diserahkan kepada pihak kejaksaan untuk proses lanjut.
"Dengan adanya data itu, dapat dismpulkan bahwa kasus narkoba di Sultra terus meningkat dan itu baru hasil operasi selama sebulan saja belum setahun. Seluruh hasil tangkapan narkoba yang telah diamankan jajaran Polda Sultra akan diproses lanjut dengan melengkapi berkas, jika sudah p21 seluruhnya akan diserahkan ke pihak kejaksaan tinggi kemudian diteruskan ke kejaksaan tinggi negeri (Kejari) Kendari, untuk tahap persidangan,"Terang Dir Narkoba Polda Sultra, Kamis (28/04).
Ia menambahkan, dalam operasi bersinar yang berlangsung dalam sebulan itu, para tersangka didominasi oleh masyarakat dengan profesi wiraswasta, sedangkan untuk kalangan pelajar maupun mahasiswa kasus narkoba yang ditemukan cukup sedikit.
"Para tersangka masih diamankan di rumah tahanan Polda Sultra untuk melanjutkan proses penyidikan. Selain itu, meskipun sandi operasi bersinar berakhir kami akan tetap melakukan operasi rutin lainnya dalam mengungkap kasus narkoba, baik itu pengedar maupun pengguna,"ungkapnya.
Menurutnya, seluruh jajaran terus intens mengintai sejumlah tempat yang diduga kuat bersarangnya peredaran maupun penggunaan narkoba yang saat ini marak terjadi di Sultra.
"Untuk kondisi saat ini kami lebih intens di rumah-rumah kos elit, karena dari pengalaman sebelumnya banyak barang bukti yang ditemukan ditempat itu, sedangkan di tempat hiburan malam (THM), para penggunanya itu hanya untuk bersenang-senang saja, tapi makainya sebelumnya sudah dari kos, nanti di hotel ataupun thm mereka sudah terindikasi,'jelasnya. (yan)
Direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda Sultra, AKBP Sumarto mengatakan, hasil rekapan tersebut merupakan hasil operasi bersinar dari seluruh kantor kepolisian wilayah hukum Polda Sultra. Rencananya, tersangka bersama barang bukti akan diserahkan kepada pihak kejaksaan untuk proses lanjut.
"Dengan adanya data itu, dapat dismpulkan bahwa kasus narkoba di Sultra terus meningkat dan itu baru hasil operasi selama sebulan saja belum setahun. Seluruh hasil tangkapan narkoba yang telah diamankan jajaran Polda Sultra akan diproses lanjut dengan melengkapi berkas, jika sudah p21 seluruhnya akan diserahkan ke pihak kejaksaan tinggi kemudian diteruskan ke kejaksaan tinggi negeri (Kejari) Kendari, untuk tahap persidangan,"Terang Dir Narkoba Polda Sultra, Kamis (28/04).
Ia menambahkan, dalam operasi bersinar yang berlangsung dalam sebulan itu, para tersangka didominasi oleh masyarakat dengan profesi wiraswasta, sedangkan untuk kalangan pelajar maupun mahasiswa kasus narkoba yang ditemukan cukup sedikit.
"Para tersangka masih diamankan di rumah tahanan Polda Sultra untuk melanjutkan proses penyidikan. Selain itu, meskipun sandi operasi bersinar berakhir kami akan tetap melakukan operasi rutin lainnya dalam mengungkap kasus narkoba, baik itu pengedar maupun pengguna,"ungkapnya.
Menurutnya, seluruh jajaran terus intens mengintai sejumlah tempat yang diduga kuat bersarangnya peredaran maupun penggunaan narkoba yang saat ini marak terjadi di Sultra.
"Untuk kondisi saat ini kami lebih intens di rumah-rumah kos elit, karena dari pengalaman sebelumnya banyak barang bukti yang ditemukan ditempat itu, sedangkan di tempat hiburan malam (THM), para penggunanya itu hanya untuk bersenang-senang saja, tapi makainya sebelumnya sudah dari kos, nanti di hotel ataupun thm mereka sudah terindikasi,'jelasnya. (yan)
Berita - Narkoba
KENDARI - Seorang pemuda berinisial FJ (21), nyaris menjadi bulan-bulanan oleh sekelompak pemuda dihalaman Bank Sultra, Kota Kendari, setelah ia dikejar oleh sekelompok pemuda yang hendak mengeroyoknya. Akibat peristiwa itu, para nasabah yang berada didalam lobi, berhamburan karena panik melihat sekumpulan pemuda yang mencoba merangsek masuk kedalam ruangan gedung bank saat para pemuda itu mencoba mengejar FJ, namun berhasil dihalangi oleh petugas keamanan setempat.
Untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan, FJ kemudian diamankan oleh pihak keamanan setempat. Sementara itu, beberapa pemuda itu berhambura melarikan diri, mengetahui kedatangan anggota Kepolisian di lokasi kejadian, sedangkan FJ turut diamankan ke kantor Polsek Kemaraya.
Kapolsek Kemaraya, IPTU Jimmy Fernando, mengatakan, untuk sementara waktu pihaknya masih mengamankan yang bersangkutan untuk menunggu konfirmasi adanya laporan jika dia terlibat dalam sebuah tindak kejahatan.
"Awalnya saya menerima laporan dari Kasubdit PPID Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh, terkait adanya aksi pengeroyokan terhadap FJ di Bank Sultra. Menerima laporan itu saya bersama anggota langsung menjemput yang bersangkutan untuk dibawa ke kantor Polsek, namun kami tidak bisa melakukan berita acara pemeriksaan (BAP), dikarenakan tidak adalnya laporan yang masuk di Polsek Kemaraya mengenai yang bersangkutan ini dan belum jelas juga apakah dia sebagai terlapor atau korban, sehingga untuk sementara FJ kami amankan dulu sambil menunggu konfirmasi dari kantor kepolisian yang ada di Kota Kendari maupun sekitarnya,"ujarnya.
Menurut FJ, kejadian itu bermula, pada rabu (27/04) sekitar pukul 14.20 wita, di depan gedung Bank Sultra saat ia tengah menunggu seorang kerabatnya, yang rencanannya akan bertolak ke Kabupaten Kolaka, sekelompok pemuda tiba-tiba datang dan menghampiri FJ.
"Penyerangan yang dilakukan oleh beberapa orang itu saya duga bagian dari unsur balas dendam, karena sebelumnya saya dan beberapa orang teman memang pernah memukul salah satu teman mereka di sebuah warnet,"tutur FJ (yan)
Untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan, FJ kemudian diamankan oleh pihak keamanan setempat. Sementara itu, beberapa pemuda itu berhambura melarikan diri, mengetahui kedatangan anggota Kepolisian di lokasi kejadian, sedangkan FJ turut diamankan ke kantor Polsek Kemaraya.
Kapolsek Kemaraya, IPTU Jimmy Fernando, mengatakan, untuk sementara waktu pihaknya masih mengamankan yang bersangkutan untuk menunggu konfirmasi adanya laporan jika dia terlibat dalam sebuah tindak kejahatan.
"Awalnya saya menerima laporan dari Kasubdit PPID Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh, terkait adanya aksi pengeroyokan terhadap FJ di Bank Sultra. Menerima laporan itu saya bersama anggota langsung menjemput yang bersangkutan untuk dibawa ke kantor Polsek, namun kami tidak bisa melakukan berita acara pemeriksaan (BAP), dikarenakan tidak adalnya laporan yang masuk di Polsek Kemaraya mengenai yang bersangkutan ini dan belum jelas juga apakah dia sebagai terlapor atau korban, sehingga untuk sementara FJ kami amankan dulu sambil menunggu konfirmasi dari kantor kepolisian yang ada di Kota Kendari maupun sekitarnya,"ujarnya.
Menurut FJ, kejadian itu bermula, pada rabu (27/04) sekitar pukul 14.20 wita, di depan gedung Bank Sultra saat ia tengah menunggu seorang kerabatnya, yang rencanannya akan bertolak ke Kabupaten Kolaka, sekelompok pemuda tiba-tiba datang dan menghampiri FJ.
"Penyerangan yang dilakukan oleh beberapa orang itu saya duga bagian dari unsur balas dendam, karena sebelumnya saya dan beberapa orang teman memang pernah memukul salah satu teman mereka di sebuah warnet,"tutur FJ (yan)
Berita - Penganiayaan
![]() |
| Kapolsek Baruga, AKP I Ketut Arya Wijanarka |
KENDARI - Keluarga Abdul Mamnun Hatma hingga kini harap-harap cemas menunggu hasil otopsi yang dilakukan oleh tim Forensik Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) terhadap jenasah Mamnun, untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian salah satu sanak familinya itu.
"Kami tentunya keluarga besar masih menunggu hasil otopsi dari kepolisian, karena sejak awal dilakukan penyelidikan dilakukan hingga kini belum ada hasil. Tentunya besar harapan kami ingin mengatahui apa sebenarnya penyebab meninggalnya salah satu keluarga kami itu, apakah ini ada kaitannya dengan pembunuhan atau bagaimana,"ungkap salah seorang keluarga korban yang tak mau menyebut namanya, Rabu (20/04).
Ia menambahkan, sejak kematian Mamnun beberapa waktu lalu, kejadian tak biasa mulai terjadi. Mulai dari ditemukanya telur diatas makam, hingga ditemukan botol berisi potongan daging.
Kata dia, terkait penemuan sebuah botol di makam almarhum, keluarga sudah mengkofirmasikan ke pihak kepolisian untuk memastikan apakah itu milik anggota kepolisian yang tertingggal saat melakukan otopsi pada bulan lalu.
"Didalam botol itu terdapat potongan daging, temuan itu membuat kami kaget, maksud seseorang yang secara sengaja menyimpan benda itu makam almarhum. Setelah penemuan itu kami langsung bawa ke kantor Polsek Baruga, menurut pihak kepolisian setempat benda itu bukan miliknya dan tidak mengetahui siapa pemiliknya,"ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Baruga, AKP I Ketut Arya Wijanarka saat dikonfirmasi via telefon seluler miliknya, Rabu (20/04) mengatakan, belum ada informasi masih resmi terkait rencana pengumuman hasil otopsi korban.
"Koordinasi yang kami lakukan ke pihak Forensik Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), hasilnya sudah ada namun, hingga saat ini belum tiba ditangan kami dan kami juga sudah meminta dari pihak forernsik Makassar agar hasilnya segera dikirim karena ini terkait penyelidikan yang masih terus berlanjut untuk menuntaskan kasus ini,"tuturnya.
Diketahui, korban ditemukan tak bernyawa diatas pelafon oleh istrinya sendiri setelah dua hari menghilang. Saat ditemukan, kondisi korban dalam keadaan mengenaskan. Pasca penemuan itu, banyak keluarga menduga bahwa meninggalnya terdapat kejanggalan. Setelah itu, korban meminta pihak Kepolisian untuk mengotopsi jenasah, dan hingga kini hasil otopsi belum diketahui. (yan)
"Kami tentunya keluarga besar masih menunggu hasil otopsi dari kepolisian, karena sejak awal dilakukan penyelidikan dilakukan hingga kini belum ada hasil. Tentunya besar harapan kami ingin mengatahui apa sebenarnya penyebab meninggalnya salah satu keluarga kami itu, apakah ini ada kaitannya dengan pembunuhan atau bagaimana,"ungkap salah seorang keluarga korban yang tak mau menyebut namanya, Rabu (20/04).
Ia menambahkan, sejak kematian Mamnun beberapa waktu lalu, kejadian tak biasa mulai terjadi. Mulai dari ditemukanya telur diatas makam, hingga ditemukan botol berisi potongan daging.
Kata dia, terkait penemuan sebuah botol di makam almarhum, keluarga sudah mengkofirmasikan ke pihak kepolisian untuk memastikan apakah itu milik anggota kepolisian yang tertingggal saat melakukan otopsi pada bulan lalu.
"Didalam botol itu terdapat potongan daging, temuan itu membuat kami kaget, maksud seseorang yang secara sengaja menyimpan benda itu makam almarhum. Setelah penemuan itu kami langsung bawa ke kantor Polsek Baruga, menurut pihak kepolisian setempat benda itu bukan miliknya dan tidak mengetahui siapa pemiliknya,"ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Baruga, AKP I Ketut Arya Wijanarka saat dikonfirmasi via telefon seluler miliknya, Rabu (20/04) mengatakan, belum ada informasi masih resmi terkait rencana pengumuman hasil otopsi korban.
"Koordinasi yang kami lakukan ke pihak Forensik Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), hasilnya sudah ada namun, hingga saat ini belum tiba ditangan kami dan kami juga sudah meminta dari pihak forernsik Makassar agar hasilnya segera dikirim karena ini terkait penyelidikan yang masih terus berlanjut untuk menuntaskan kasus ini,"tuturnya.
Diketahui, korban ditemukan tak bernyawa diatas pelafon oleh istrinya sendiri setelah dua hari menghilang. Saat ditemukan, kondisi korban dalam keadaan mengenaskan. Pasca penemuan itu, banyak keluarga menduga bahwa meninggalnya terdapat kejanggalan. Setelah itu, korban meminta pihak Kepolisian untuk mengotopsi jenasah, dan hingga kini hasil otopsi belum diketahui. (yan)
Pembunuhan
Subscribe to:
Posts (Atom)






