![]() |
| Kapolsek Baruga, AKP I Ketut Arya Wijanarka |
KENDARI - Keluarga Abdul Mamnun Hatma hingga kini harap-harap cemas menunggu hasil otopsi yang dilakukan oleh tim Forensik Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) terhadap jenasah Mamnun, untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian salah satu sanak familinya itu.
"Kami tentunya keluarga besar masih menunggu hasil otopsi dari kepolisian, karena sejak awal dilakukan penyelidikan dilakukan hingga kini belum ada hasil. Tentunya besar harapan kami ingin mengatahui apa sebenarnya penyebab meninggalnya salah satu keluarga kami itu, apakah ini ada kaitannya dengan pembunuhan atau bagaimana,"ungkap salah seorang keluarga korban yang tak mau menyebut namanya, Rabu (20/04).
Ia menambahkan, sejak kematian Mamnun beberapa waktu lalu, kejadian tak biasa mulai terjadi. Mulai dari ditemukanya telur diatas makam, hingga ditemukan botol berisi potongan daging.
Kata dia, terkait penemuan sebuah botol di makam almarhum, keluarga sudah mengkofirmasikan ke pihak kepolisian untuk memastikan apakah itu milik anggota kepolisian yang tertingggal saat melakukan otopsi pada bulan lalu.
"Didalam botol itu terdapat potongan daging, temuan itu membuat kami kaget, maksud seseorang yang secara sengaja menyimpan benda itu makam almarhum. Setelah penemuan itu kami langsung bawa ke kantor Polsek Baruga, menurut pihak kepolisian setempat benda itu bukan miliknya dan tidak mengetahui siapa pemiliknya,"ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Baruga, AKP I Ketut Arya Wijanarka saat dikonfirmasi via telefon seluler miliknya, Rabu (20/04) mengatakan, belum ada informasi masih resmi terkait rencana pengumuman hasil otopsi korban.
"Koordinasi yang kami lakukan ke pihak Forensik Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), hasilnya sudah ada namun, hingga saat ini belum tiba ditangan kami dan kami juga sudah meminta dari pihak forernsik Makassar agar hasilnya segera dikirim karena ini terkait penyelidikan yang masih terus berlanjut untuk menuntaskan kasus ini,"tuturnya.
Diketahui, korban ditemukan tak bernyawa diatas pelafon oleh istrinya sendiri setelah dua hari menghilang. Saat ditemukan, kondisi korban dalam keadaan mengenaskan. Pasca penemuan itu, banyak keluarga menduga bahwa meninggalnya terdapat kejanggalan. Setelah itu, korban meminta pihak Kepolisian untuk mengotopsi jenasah, dan hingga kini hasil otopsi belum diketahui. (yan)
"Kami tentunya keluarga besar masih menunggu hasil otopsi dari kepolisian, karena sejak awal dilakukan penyelidikan dilakukan hingga kini belum ada hasil. Tentunya besar harapan kami ingin mengatahui apa sebenarnya penyebab meninggalnya salah satu keluarga kami itu, apakah ini ada kaitannya dengan pembunuhan atau bagaimana,"ungkap salah seorang keluarga korban yang tak mau menyebut namanya, Rabu (20/04).
Ia menambahkan, sejak kematian Mamnun beberapa waktu lalu, kejadian tak biasa mulai terjadi. Mulai dari ditemukanya telur diatas makam, hingga ditemukan botol berisi potongan daging.
Kata dia, terkait penemuan sebuah botol di makam almarhum, keluarga sudah mengkofirmasikan ke pihak kepolisian untuk memastikan apakah itu milik anggota kepolisian yang tertingggal saat melakukan otopsi pada bulan lalu.
"Didalam botol itu terdapat potongan daging, temuan itu membuat kami kaget, maksud seseorang yang secara sengaja menyimpan benda itu makam almarhum. Setelah penemuan itu kami langsung bawa ke kantor Polsek Baruga, menurut pihak kepolisian setempat benda itu bukan miliknya dan tidak mengetahui siapa pemiliknya,"ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Baruga, AKP I Ketut Arya Wijanarka saat dikonfirmasi via telefon seluler miliknya, Rabu (20/04) mengatakan, belum ada informasi masih resmi terkait rencana pengumuman hasil otopsi korban.
"Koordinasi yang kami lakukan ke pihak Forensik Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), hasilnya sudah ada namun, hingga saat ini belum tiba ditangan kami dan kami juga sudah meminta dari pihak forernsik Makassar agar hasilnya segera dikirim karena ini terkait penyelidikan yang masih terus berlanjut untuk menuntaskan kasus ini,"tuturnya.
Diketahui, korban ditemukan tak bernyawa diatas pelafon oleh istrinya sendiri setelah dua hari menghilang. Saat ditemukan, kondisi korban dalam keadaan mengenaskan. Pasca penemuan itu, banyak keluarga menduga bahwa meninggalnya terdapat kejanggalan. Setelah itu, korban meminta pihak Kepolisian untuk mengotopsi jenasah, dan hingga kini hasil otopsi belum diketahui. (yan)

No comments