![]() |
| Bupati Koltim bersama BNNP Sultra Sosialiasasi Narkba |
KENDARI - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara (SULTRA) bekerja sama Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kolaka Timur (Koltim) bersama jajaran pemerintah daerah, hari ini menggelar sosialisasi Narkoba di Kabupaten Koltim tepatnya di Kantor Kecamatan Ladongi.
Kepala BNNP Sultra Kombes Pol Fauzan Djamal, dalam sambutanya itu menyampaikan, bahwasanya penyuluhan ini merupakan kegiatan rutin tahunan BNNP Sultra. Dan kali ini, digelar di Ladongi, pasalnya wilayah yang memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi di Koltim ini, ditengarai telah marak terjadi transaksi narkoba.
“Penyebaran narkoba, kini membidik tempat-tempat yang terbilang jauh dari pusat kota dan menjadikan remaja sebagai sasaran yang paling empuk. Data menujukkan, 30-50 orang meninggal setiap hari karena narkoba,” kata Fauzan Djamal Jumat, (29/04).
Sementara itu Bupati Koltim, Tony Herbiansyah menegaskan kepada seluruh lapisan masyarakat Koltim, untuk tidak main-main apalagi mencoba menggunakan narkoba.
Penegasan ini, disampaikan Bupati saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara penyuluhan bahaya narkoba. Kata dia, dampak Narkoba dapat merusak seluruh generasi yang ada dan tak pandang bulu. Dan jika sudah mencoba bahkan kecanduan, maka akan sulit untuk disembuhkan.
"Jika sudah terjadi demikian, maka akan hancurlah bangsa ini mengingat generasi penerus yang ada sudah terjerumus," disayangkanya.
Lebih lanjut Tony menyampaikan, khusus di Koltim sendiri, sudah mulai beredar marak peredaran narkoba. Seperti di lokasi penyuluhan ini (Koltim, red) yang dianggapnya sangat strategis bagi pengedar dan pemakai Narkoba.
“Ladongi ini bukan lagi tempat pemakai, tetapi tempatnya para pengedar. Itu yang harus kita waspadai dan berantas. Makanya kalau lihat tangkap saja dan bawa di kepolisian,” tegasnya
Menurutnya, peredaran narkoba bukan hanya merambah dikalangan perkotaan. Tapi, juga sudah mulai masuk diwilayah pedesaan.
“Daerah kita ini, sangat rawan untuk dimasuki pengedar narkoba, makanya kita semua harus mawas diri untuk memberantasnya,” ucap bupati.
Dalam kegiatan ini, antusiasme masyarakat cukup tinggi yang ditandai dengan membludaknya peserta yang hadir di area penyuluhan, sehingga beberapa peserta harus berdesak-desakan untuk dapat mengikuti penyuluhan tentang barang haram tersebut. (yan)
Kepala BNNP Sultra Kombes Pol Fauzan Djamal, dalam sambutanya itu menyampaikan, bahwasanya penyuluhan ini merupakan kegiatan rutin tahunan BNNP Sultra. Dan kali ini, digelar di Ladongi, pasalnya wilayah yang memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi di Koltim ini, ditengarai telah marak terjadi transaksi narkoba.
“Penyebaran narkoba, kini membidik tempat-tempat yang terbilang jauh dari pusat kota dan menjadikan remaja sebagai sasaran yang paling empuk. Data menujukkan, 30-50 orang meninggal setiap hari karena narkoba,” kata Fauzan Djamal Jumat, (29/04).
Sementara itu Bupati Koltim, Tony Herbiansyah menegaskan kepada seluruh lapisan masyarakat Koltim, untuk tidak main-main apalagi mencoba menggunakan narkoba.
Penegasan ini, disampaikan Bupati saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara penyuluhan bahaya narkoba. Kata dia, dampak Narkoba dapat merusak seluruh generasi yang ada dan tak pandang bulu. Dan jika sudah mencoba bahkan kecanduan, maka akan sulit untuk disembuhkan.
"Jika sudah terjadi demikian, maka akan hancurlah bangsa ini mengingat generasi penerus yang ada sudah terjerumus," disayangkanya.
Lebih lanjut Tony menyampaikan, khusus di Koltim sendiri, sudah mulai beredar marak peredaran narkoba. Seperti di lokasi penyuluhan ini (Koltim, red) yang dianggapnya sangat strategis bagi pengedar dan pemakai Narkoba.
“Ladongi ini bukan lagi tempat pemakai, tetapi tempatnya para pengedar. Itu yang harus kita waspadai dan berantas. Makanya kalau lihat tangkap saja dan bawa di kepolisian,” tegasnya
Menurutnya, peredaran narkoba bukan hanya merambah dikalangan perkotaan. Tapi, juga sudah mulai masuk diwilayah pedesaan.
“Daerah kita ini, sangat rawan untuk dimasuki pengedar narkoba, makanya kita semua harus mawas diri untuk memberantasnya,” ucap bupati.
Dalam kegiatan ini, antusiasme masyarakat cukup tinggi yang ditandai dengan membludaknya peserta yang hadir di area penyuluhan, sehingga beberapa peserta harus berdesak-desakan untuk dapat mengikuti penyuluhan tentang barang haram tersebut. (yan)

No comments