![]() |
| Ilustrasi |
KENDARI - IK, salah seorang mahasiswi diperguruan tinggi swasta yang ada di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) hanya dapat menahan sakit setelah dianiaya oleh kekasihnya berinisial M (23). Penganiayaan itu terjadi di Asrama Monalisa, Lorong Kakak Tua, Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari pada Kamis (10/04).
Pemicunya sepele, yaitu hanya karena ia menolak ajakan sang kekasih untuk jalan ke Tracking Mangrove. Penolakan itu lantas berujung petaka, kekasih korban kemudian merobek bibirnya dengan menggunakan senjata tajam (Sajam). Akibatnya, korban harus dilarikan kerumah sakit Umum Kota Kendari untuk mendapat pertolongan medis.
Mendengar kabar tersebut, anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Poasia langung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan pelaku setelah sempat dihakimi warga setempat. Lalu pelaku digiring ke Polsek Poasia untuk menjalani pemeriksaan.
Kapolsek Poasia, Kompol Dulyamin saat dikonfirmasi mengatakan, hingga pelaku diamankan, pihaknya belum mendapat laporan resmi dari keluarga korban.
"Untuk menghindari amukan keluarga korban, pelaku kami amankan untuk sementara, sambil menunggu pihak keluarga korban untuk membuat laporan resmi kepada kami," tutupnya.
Pelaku menuturkan, kejadian itu bermula ketika ajakannya ditolak oleh korban dan yang bersangkutan lebih memilih untuk pergi bersama kawan-kawannya. Penolakan tersebut memicu emosi pelaku dan melampiaskan dengan mengkonsumsi miras bersama kerabatnya di jalan Hea Mokodompit, Lorong Pelangi, Kelurahan Kambu, Kota Kendari. Sebelum akhirnya menganiaya korban.
"Awalnya saya ajak dia jalan-jalan ke mangrove bungkutoko, tapi dia tidak mau, malahan pergi sama teman-temannya yang lain. Kemudian saya keluar sambil mengunci kamarnya dan membawa kunci, ketika dia sms minta dibawakan kuncinya saya datangmi, dan kami juga bertengkar didepan asrama, " ungkapnya. (yan)

No comments